Kasus kecelakaan paralayang
1. Atlet paralayang jatuh dan tewas di Kota Batu
Cherly Aurelia (18), seorang atlet paralayang asal Desa Jatikebong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, tewas terjatuh saat berlatih terbang di Gunung Banyak, Kota Batu, Selasa (12/11/2018). Korban take off seorang diri sekitar pukul 07.30 WIB dan terjatuh di sebuah perbukitan di kawasan Songgoriti. Korban jatuh saat berada di ketinggian sekitar 100 hingga 150 meter. Diduga korban jatuh karena parasut yang digunakan kolaps. Payung yang digunakan korban sempat mengembang, namun karena hembusan angin yang kencang, parasut menutup dan membuat korban terjatuh.
2. Di Tuban, atlet paralayang gagal take of saat lomba
Atlet paralayang asal Kabupaten Tuban, Oktavia Barokah Firda mengalami patah tulang di bagian pergelangan lengan tangan kiri saat lomba di Bukit Glodakan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Minggu (7/7/2019). Ia terjatuh saat take off sehingga tidak bisa melanjutkan perlombaan di ajang Porprov Jatim 2019. Selain patah tulang, kuku jempol tangan kiri atlet berkerudung itu nyaris lepas dan mengalami luka pada pergelangan lengan kiri.
Saat kejadian, Okta kesulitan mengembangkan sayap parasut hingga terjatuh karena angin yang kencang. Hal tersebut menyebabkan payung parasut tak mengembang atau menyusut. Sebelumnya, Okta juga gagal di take off pertama. Ia kemudian berusaha take off kedua, tapi dia justru terjatuh.
3. Atlet paralayang asal korea gagal terbang di Sumedang
Atlet paralayang asal Korea Selatan, Dagyoem Lee gagal mendarat dan harus dilarikan menuju IGD RSUD Sumedang, Jawa Barat, Rabu (23/10/2019) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Dagyoem Lee lepas landas dari venue Batudua di Kecamatan Cisitu, dan rencannaya mendarat di kawasan Induk Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang dengan jarak tempuh mencapai 20 kilometer.
Namun, 2 kilometer sebelum area landasan, Dagyoem gagal mendarat dan terdampar di areal pesawahan warga di Lingkungan Talun RT 01/03, Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara.Dangyoem Lee merupakan satu dari 159 atlet yang mengikuti kejuaraan Paralayang Dunia di Kabupaten Sumedang. Dagyoem mengalami dislokasi pada pergelangan kaki akibat terjatuh dari ketinggian.
Atlet paralayang bernama Hans Mawikere tersangkut di kabel listrik tegangan tinggi yang berada di Jalan Okoy, Lingkungan II, Kelurahan Kakaskasen Senin (17/8/2020) pagi. Peristiwa itu terjadi saat pelaksanaan Hike and Fly Merah Putih, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Hans salah satu dari beberapa atlet peralayang yang melakukan aksi dalam rangka peringatan HUT RI ke-75.Untuk pengamanan evakuasi atlet paralayang, PLN melepas emergency SUTET 66.000 Volt pada Line 1 dan 2 Gardu Induk Tomohon-Tasikria. Berbekal alat pelindung diri (APD) lengkap, tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN UPT Manado memanjat ke menara transmisi untuk menyelamatkan atlet paralayang tersebut. Sebagai bentu apresiasi, petugas PLN yang mengevakuasi seorang atlet paralayang yang tersangkut di kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) di Tomohon, Sulawesi Utara, dihadiahi uang sebesar Rp 10 juta. Hadiah tersebut diberikan oleh anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut.
https://regional.kompas.com/read/2022/04/03/102500178/7-kasus-kecelakaan-saat-paralayang-ada-yang-tersangkut-kabel-sutet-hingga?page=all


Komentar
Posting Komentar