Atlet kecelakaan saat paralayang


 Atlet terjun payung legendaris Felix Baumgartner meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat melakukan paralayang di kota Porto Sant’Elpidio, Italia pada Jumat dinihari WIB (18/7). Atlet asal Austria tersebut meninggal 13 tahun setelah mencatatkan namanya di sejarah manusia.


Kabar meninggalnya Felix disampaikan pertama kali oleh Porto Sant’Elpidio, Massimiliano Ciarpella melalui media sosial pribadinya. “Masyarakat kami turut berduka atas kematian Felix yang tragis, dia merupakan tokoh dunia dan simbol keberanian,” ungkapnya.


Menurut laporan dinas pemadam kebakaran setempat yang diterima Ciarpella, Felix diduga mengalami serangan jantung saat di udara. Akibatnya, paralayang Felix kemudian menukik ke arah sebuah hotel, menabrak seorang pegawai hotel dan mendarat keras di kolam renang milik hotel tersebut.


Beruntung, pegawai tersebut tidak mengalami luka serius. Namun Felix dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.


Pada 2012 lalu, Felix yang masih aktif sebagai atlet terjun payung mencatatkan diri dalam berbagai rekor dunia melalui proyek Red Bull Stratos. Jauh di atas kota Roswell, negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, sesuai nama proyeknya Felix menjadi manusia pertama yang terjun dari lapisan angkasa stratosfer.


Menggunakan sebuah balon udara khusus, mantan anggota militer Austria tersebut naik hingga ketinggian 39 kilometer mdpl, cukup untuk melihat lingkar batas bumi dan luar angkasa. Kemudian Felix yang menggunakan baju serupa dengan astronot terjun dari balon tersebut.

Pelantun ‘Pretty Little Baby’, Connie Francis, Berpulang di Usia 87 Tahun


Dalam proses terjun, Felix membutuhkan waktu dari stratosfer hingga ke permukaan tanah selama 9 menit. Felix terjun hingga mencapai kecepatan 1.357 km/jam, lebih kencang daripada kecepatan suara dan pesawat jet penumpang. Felix memecahkan rekor terjun payung dengan ketinggian tertinggi dan kecepatan tertinggi.


“Ketika berada di puncak dunia, kita akan merasakan betapa kecilnya diri kita di dunia. Saat terjun saya sudah tidak memikirkan soal rekor atau data ilmu pengetahuan lagi, saya hanya ingin selamat,” ujar Felix setelah memecahkan rekor tersebut.


Meskipun dua tahun kemudian petinggi Google, Alan Eustache memecahkan rekor ketinggian terjun payung (41 kilometer mdpl), Alan menggunakan parasut penyeimbang (drogue) untuk membantu dirinya terjun dari angkasa. Felix masih memegang rekor kategori tanpa parasut penyeimbang hingga kini.



https://share.google/in25PJj9B5T34beQ9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Pria di Indramayu yang Mudik Lebaran Gunakan Paralayang

5 Cara Mengendalikan Paralayang dengan Benar

Bupati Malang Hadiri Penutupan Kejuaraan Nasional Paralayang Ketepatan Mendarat Tahun 2025